Tokyo 8 dan Food Station Tjipinang Jaya Kolaborasi dengan Bumdes Marga Raharja Jayakerta.


Karawang, tintajurnalis.net // Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Karawang, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Marga Raharja yang berkedudukan di Desa Ciptamarga, Kecamatan Jayakerta, menjalin kerja sama strategis.


Kerja sama ini diwujudkan melalui kemitraan dengan dua pihak utama, yaitu Tokyo 8 dan Food Station Tjipinang Jaya. Kehadiran kedua mitra ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian serta memperluas akses pasar bagi para petani setempat.

Kerja sama ini bertujuan untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih terstruktur, efisien, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, tetapi juga memberikan dampak positif secara langsung terhadap pendapatan dan taraf hidup para pelaku usaha tani di wilayah tersebut.

Ketua Forum Komunikasi BUMDes Kecamatan Jayakerta, Dr. Panji Riyadi, S.H., M.H. menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terjalinnya kerja sama ini. Beliau menilai bahwa langkah ini merupakan terobosan positif yang sangat dibutuhkan oleh para petani di wilayahnya.

"Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PT Food Station Tjipinang Jaya dan Tokyo 8. Kerja sama yang terjalin ini menjadi bukti nyata kepedulian dan komitmen kedua pihak dalam memajukan sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Jayakerta. Semoga kemitraan ini dapat berjalan dengan baik, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang besar bagi semua pihak, terutama para petani kita," ujar Dr. Panji Riyadi.

Direktur Tokyo 8, Aranggi. S menjelaskan mengenai produk yang dihadirkan. Ia menyampaikan bahwa Tokyo 8 merupakan produk pupuk hayati cair yang dikembangkan dengan teknologi Jepang, yang dirancang khusus untuk menyuburkan tanah dan meningkatkan hasil pertanian.

"Tokyo 8 mengandung sekitar 1500 jenis mikroba menguntungkan dan umumnya digunakan untuk tanaman pangan seperti padi maupun tanaman hortikultura. Kami hadir di sini sebagai wujud upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, yaitu dalam meningkatkan produktivitas hasil panen padi para petani di daerah, khususnya di Kabupaten Karawang," jelasnya.

Lanjut Aranggi, kegiatan yang dilaksanakan hari ini dilakukan bersama Owner Tokyo 8 secara langsung dalam rangka kunjungan dan memperkenalkan Tokyo 8 Global yang berasal dari Jepang kepada masyarakat petani, khususnya di Kecamatan Jayakerta dan secara umum kepada seluruh petani di Kabupaten Karawang.

"Kami meninjau langsung kondisi tanaman padi milik para petani yang dikelola oleh BUMDes, yang telah menggunakan produk pupuk hayati Tokyo 8 ini. Dalam kesempatan kunjungan ini, kami juga bersama rekan mahasiswa dari Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) dari Program Studi Agribisnis dan Program Studi Agroteknologi, melaksanakan kegiatan edukasi pertanian yang ditujukan kepada para petani di wilayah Karawang," tambahnya.

Lebih lanjut, Aranggi menjelaskan bahwa melalui inisiasi kerja sama antara PT Food Station, BUMDes Margaraharja, dan PT Tokyo 8 Indonesia, ketiga pihak berkomitmen untuk menjalankan kegiatan usahanya secara profesional, proporsional, dan dengan penguasaan teknis yang tinggi. Komitmen ini diterapkan mulai dari kegiatan hulu hingga hilir, sebagai pilar utama ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Karawang, serta berperan sebagai produsen pangan pilihan utama bagi pelanggan.

Dalam kesempatan yang sama, terlihat pertemuan dan penyerahan simbolis produk pertanian yang menjadi wujud awal dari kerja sama tersebut. Kehadiran perwakilan dari pihak Tokyo 8 dan Food Station Tjipinang Jaya menandakan komitmen mereka untuk turut serta mengembangkan potensi pertanian di Kabupaten Karawang, sekaligus memperkuat jaringan distribusi pangan yang berkelanjutan.

Pihak BUMDes Marga Raharja menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah awal yang baik. Kedepannya, mereka berharap kemitraan ini dapat terus dikembangkan lebih luas, sehingga mampu memberikan manfaat yang maksimal tidak hanya bagi kalangan petani, tetapi juga bagi kemajuan perekonomian desa dan daerah secara keseluruhan.

(Red)