Diduga Penyelewengan Anggaran Dana Desa Cilewo Tahun 2023 Hingga 2025.


Karawang, tintajurnalis.net - Warga masyarakat desa Cilewo Kecamatan Talagasari Kabupaten Karawang berkerumun di Aula desa mempertanyakan anggaran Dana Desa tahun 2023 hingga tahun 2025, disinyalir dugaan penyelewengan anggaran hingga mencuat ke Publik. Senin (22/12/2025).

Dalam audensi tersebut hadir sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Ketua Karangtaruna, Babinkamtibmas, Pendamping Desa, dan Forum Masyarakat Cilewo Bersatu (FMCB)yang dikomandoi oleh Ketua Makmur Jayakomara.

Sebelumnya kata Ketua Makmur Jayakomara (FMCB) sudah di layangkan surat audensi ke Kantor desa, pada hari ini Senin Kepala desa membuka ruang untuk audensi bersama warga masyarakat.

Terkait adanya dugaan korupsi dampak dari penyalahgunaan wewenang yang di timbulkan oleh aparatur Pemerintahan desa, dari anggaran Dana Desa Tahun 2023 hingga 2025, diantaranya bangunan Posyandu, mobil ambulance Desa, dan kejanggalan pembangunan drainase di beberapa dusun.

Ketua FMCB meminta transparansi keterbukaan anggaran Dana Desa, agar warga tidak menduga duga.

Apabila tidak selesai hari ini kami Forum Masyarakat Cilewo Bersatu (FMCB) akan melakukan aksi besar besaran dan akan melaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) terkait dugaan Ketahanan Pangan pemeliharaan hewan ternak 2023, 20% BUMdes dari anggaran Dana Desa, serta poin poin dugaan korupsi sebagaimana yang telah di jelaskan diatas,
tegas Makmur Jayakomara Ketua (FMCB).

Pada saat audensi tanya jawab Kades Cilewo Wulan Dani menjelaskan di hadapan warga masyarakat dan para awak media, ia mengakui menyalahi aturan serta ada tekanan oleh seseorang. Disebut sebut muncul nama D Sutejo Ketua LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat).

Kades Cilewo Wulan Dani selama ia menjabat anggaran Dana Desa jatuh ke tangan Ketua LPM, pembelanjaan dan pengelolaan seperti pembangunan Jalan Setapak, dan Jalan Lingkungan, Beliau (D Sutejo) yang mengerjakan, ujarnya.

Selain itu kata Kades, Ketua BUMdes (Badan Usaha Milik Desa) dikelola oleh istrinya LPM.

Berbicara mobil ambulance Desa, itu uangnya sudah diberikan ke LPM D Sutejo dari anggaran DD Tahun 2025 sebesar 240 jutaan merk APV, katanya si mobilnya sudah ada tapi saya belum lihat.

Lebih lanjut, Anggaran Dana Desa Tahun 2025 1,2 miliar rupiah di peruntukan tadi yang saya sampaikan dalam forum, pungkas Kades.

Sampai berita ini terexpose belum ada keterangan resmi dari Ketua LPM.

(Tim)**