PALU, TINTAJURNALIS.NET – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Tengah menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung operasional penerbangan internasional di Bandara Mutiara Sis Aljufri (MSA) Palu. Kesiapan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kelancaran pembukaan rute internasional yang diharapkan menjadi pintu masuk baru bagi investasi, perdagangan, pariwisata, dan ekspor komoditas unggulan Sulawesi Tengah.
Komitmen itu ditegaskan dalam rapat koordinasi persiapan operasional penerbangan internasional yang dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, di Gedung Siranindi, Palu, Rabu (30/7). Rapat dihadiri jajaran pemerintah daerah, instansi vertikal, pengelola Bandara Mutiara Sis Aljufri, maskapai penerbangan, serta seluruh unsur Customs, Immigration and Quarantine (CIQ).
Rapat koordinasi tersebut membahas berbagai aspek strategis menjelang beroperasinya penerbangan internasional, mulai dari kesiapan operasional bandara, kelengkapan sarana dan prasarana pelayanan CIQ, hingga simulasi pelayanan internasional yang akan dilaksanakan sebelum penerbangan perdana.
Dalam arahannya, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa pembukaan rute internasional, khususnya Palu–China, merupakan langkah besar dalam membuka akses Sulawesi Tengah ke pasar global.
"Ini bukan sekadar membuka jalur penerbangan baru, tetapi membuka pintu dunia bagi Sulawesi Tengah. Kita ingin daerah ini semakin dikenal sebagai destinasi investasi, perdagangan, pariwisata, sekaligus menjadi pusat ekspor komoditas unggulan yang mampu bersaing di pasar internasional," ujar Anwar.
Menurutnya, konektivitas internasional akan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas bisnis, arus wisatawan mancanegara, serta semakin terbukanya peluang ekspor bagi produk-produk unggulan Sulawesi Tengah.
Sementara itu, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Tengah, Alfian, menegaskan bahwa pihaknya siap menjalankan fungsi karantina secara optimal sebagai bagian dari pelayanan CIQ di pintu masuk internasional.
"Sebagai bagian dari CIQ, Karantina Sulawesi Tengah siap memberikan pelayanan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.
Pengawasan terhadap lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, serta produk turunannya akan dilakukan secara profesional untuk mencegah masuk maupun tersebarnya hama dan penyakit, sekaligus memastikan kelancaran arus penumpang dan barang melalui Bandara Mutiara Sis Aljufri," kata Alfian.
Ia menambahkan, kesiapan tersebut merupakan bentuk komitmen Karantina dalam menjaga keamanan hayati Indonesia tanpa menghambat kelancaran aktivitas perdagangan dan mobilitas internasional.
Dengan sinergi seluruh instansi yang tergabung dalam pelayanan CIQ, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah optimistis operasional penerbangan internasional di Bandara Mutiara Sis Aljufri akan berjalan aman, lancar, dan memenuhi standar pelayanan internasional.
Pembukaan jalur penerbangan internasional tersebut diharapkan menjadi tonggak baru bagi Sulawesi Tengah dalam memperkuat konektivitas global, mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan nilai ekspor, serta memperluas jaringan perdagangan dan investasi dengan berbagai negara, khususnya kawasan Asia.
HANDRI (Kaperwil Sulteng)


