Karawang, tintajurnalis.net - Permasalahan eceng gondok yang menumpuk di Saluran Sekunder (SS) Kertarahayu, Kecamatan Cibuaya, kembali disorot. Sekretaris Desa Kertarahayu, Asep Wahyudin, melayangkan ultimatum ke BBWS Citarum dan PJT II agar tidak lagi mendorong sampah eceng gondok ke wilayah hilir.
Menurut Asep, normalisasi dengan excavator yang dilakukan hari ini hanya mengatasi penyumbatan di hilir. Tanpa penanganan di hulu dan pengangkatan rutin, saluran akan kembali tertutup dalam 2-3 minggu.
"Normalisasi dengan excavator hari ini hanya mengatasi penyumbatan di hilir. Jika tidak ada penanganan di hulu dan pengangkatan rutin, dalam 2-3 minggu saluran akan kembali tertutup," tegas Asep, Kamis 01/05/2026.
Asep menyebut tumpukan eceng gondok saat ini sudah memanjang dari wilayah Gempol hingga Desa Kertamulya, namun belum ada tindakan komprehensif.
"Sekarang saja dari Gempol sampai Desa Kertamulya banyak eceng. Tapi belum ada tindakan. Kami Pemdes Kertarahayu memohon agar jangan sampai sampah eceng terus dialirkan ke irigasi. Harusnya diangkat juga, bukan cuma didorong," ujarnya.
Ia menegaskan, langkah ke depan harus melibatkan semua dinas berwenang. "Untuk semua dinas yang berwenang seperti BBWS Citarum, PJT II, dan bersama para Camat, harus ada langkah nyata. Jangan sampai ke depannya sampah eceng gondok terus-menerus mengalir ke aliran Kertarahayu."
Tiga Tuntutan Pemdes Kertarahayu:
1. BBWS Citarum & PJT II melakukan pengangkatan eceng gondok di wilayah hulu, terutama ruas Gempol–Kertamulya.
2. Dinas PUPR Karawang membuat jadwal rutin pembersihan, bukan insidental.
3. Koordinasi lintas Camat untuk mencegah pembuangan sampah ke saluran irigasi.
"Kami khawatir 800 hektare sawah terancam gagal tanam kedua kalau air tidak lancar. Desa sudah swadaya, tapi ini butuh alat berat dan kewenangan balai besar," tutup Asep.
Tanggapan Camat Pedes
Sementara itu, Camat Pedes, Romli, menyatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bidang SDA Dinas PUPR Karawang sejak dua minggu lalu.
"Kita dari 2 minggu kemarin sudah koordinasi dengan pihak SDA PUPR. InsyaAllah secepatnya eceng dimulai dari wilayah Malangsari sampai Kertamulya akan diangkat oleh alat berat. Dan kita juga sudah bersurat," kata Romli.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BBWS Citarum dan PJT II belum memberikan tanggapan resmi.
(AS / red)



