Karawang, tintajurnalis.net – Sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Desa Karyabakti, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan tajam oleh Warga.
Hingga saat ini, berbagai pekerjaan yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan Bantuan Provinsi (Banprov) tahun anggaran 2025 dilaporkan belum juga direalisasi.
BPD Desa Karyabakti mengungkap adanya indikasi “hutang pekerjaan” yang belum diselesaikan oleh pemerintah desa. Padahal, anggaran untuk kegiatan tersebut disebut telah tersedia. (01/4/2026)
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: ke mana aliran anggaran tersebut, dan mengapa pekerjaan tak kunjung dilaksanakan?
“Ini bukan sekadar keterlambatan biasa. Kami melihat ada pekerjaan yang seharusnya sudah selesai, namun, hingga sekarang belum juga terealisasi,” tegas perwakilan BPD.
Adapun sejumlah proyek yang menjadi sorotan di antaranya: Jalan Lingkungan Dusun Bakung Selatan, dari Warung Arman menuju rumah Bapak Alam, volume panjang sekitar 150 meter.
Jalan Setapak Dusun Rengas, dari kediaman Ibu Rom hingga Amil Ajum, panjang sekitar 133 meter dengan lebar 1,2 meter.
Jalan Lingkungan Dusun Bakung Utara, di sekitar kediaman Guru Mukti, panjang sekitar 100 meter dengan lebar 2,5 meter.
Penambahan jalan lingkungan tersebar sepanjang kurang lebih 249 meter. Lalu Penambahan jalan pertanian tersebar sepanjang kurang lebih 552 meter. Total nilai anggaran dari seluruh pekerjaan yang belum direalisasikan diperkirakan mencapai Rp309 juta.
BPD menilai kondisi ini tidak bisa dianggap sepele, karena menyangkut penggunaan uang negara yang seharusnya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa.
Lebih jauh, BPD menegaskan bahwa keterlambatan ini berpotensi menghambat aktivitas warga, terutama pada akses jalan lingkungan dan jalan pertanian yang menjadi penunjang ekonomi masyarakat.
“Jika dibiarkan, ini bisa merugikan masyarakat. Infrastruktur bukan sekadar proyek, tapi kebutuhan dasar warga,” tambahnya.
BPD Desa Karyabakti secara tegas menuntut klarifikasi terbuka dan pertanggungjawaban dari Kepala Desa, sekaligus mendesak agar seluruh pekerjaan segera direalisasikan tanpa alasan yang tidak jelas.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Karyabakti belum memberikan keterangan resmi terkait pelaksanaan proyek-proyek tersebut.
BPD juga membuka kemungkinan untuk membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi apabila tidak ada kejelasan dalam waktu dekat.
Sementara itu, masyarakat Desa Karyabakti kini menanti transparansi dan langkah konkret dari pemerintah desa, agar anggaran yang telah dialokasikan benar-benar digunakan sebagaimana mestinya.
(Sopyan Ambon)



